RCDC Pleret: Potensi Peternakan Ayam Jawa Super Di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul
May 28, 2012
Dr. Nurul Taufiqu Rohman, B.Eng, M.Eng: Pengembang Nano Teknologi di Indonesia
May 30, 2012

Dr. Eko Fajar Nur Prasetyo, M.Eng Pakar Design Chipset Yang Selalu Cinta Indonesia

Bekerja untuk perusahaan kenamaan di Jepang, Eko Fajar Nurprasetyo tidak lupa Tanah Airnya. Panggilan untuk pulang itu datang setelah ia menyelesaikan studi strata satu hingga tiga di negara yang terkenal dengan kecanggihan produk elektroniknya itu. “Saya kembali ke Indonesia tahun 2006,” kata Eko.
Keputusannya untuk hengkang dari Sony LSI membuat pimpinan perusahaan tersebut terkejut. Bahkan, sang presiden direktur ingin mendapat penjelasan langsung dari Eko. “Beliau mengatakan jika masalahnya gaji, itu bisa dirundingkan.”Kendati demikian, keputusan Eko sudah bulat.
Ada tiga hal yang menguatkan hatinya untuk pulang. “Ibu saya sudah sepuh sementara kedua adik juga berdomisili di luar negeri,” jelasnya.Eko merasa dirinya harus mengalah. Apalagi, dialah yang paling lama merantau ke negeri orang. “Saya juga ada keinginan membesarkan kelima anak dengan atmosfer masyarakat Muslim.” Alasan lain adalah idealisme.
Saat itu, Eko tengah menjabat sebagai distinguished engineer Sony LSI. Ini posisi yang sangat strategis sebab merekalah yang menentukan inovasi produk perusahaan semikonduktor itu. Eko meraih jabatan itu di usia 33 tahun setelah tiga tahun bergabung dengan Sony LSI. Ia dipromosikan untuk meninggalkan posisi scientist terkait hasil riset dan pengembangannya yang mengesankan. “Saya orang termuda dan satu-satunya warga negara asing di grup beranggotakan 40 ilmuwan penentu produk teranyar di perusahaan itu.
“Desain semikonduktor yang saya buat cuma dinikmati orang Jepang,” lanjut Eko Fajar. Di sisi lain, belum ada perusahaan Indonesia yang merancang semikonduktor. Yang ada, ujarnya, hanya membuat bungkus integrated circuit (IC) atau chip. Itulah sebabnya, pada 2006 dia mendirikan Versatile Silicon Technologies di Bandung.
Perusahaan ini merupakan IC design house pertama di Indonesia. Belasan chip sudah dihasilkan untuk pasar luar negeri, mulai chip bar code record hingga untuk mengontrol power alat cukur jenggot dan komputer. Ada 40 pegawai tetap di perusahaannya.
Selain itu, Versatile Silicon Technologies menerima mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang magang atau menyelesaikan tugas akhir. Pada 2008, dia bergabung dalam perusahaan Xirka untuk membuat chip proyek Wi- MAX Indonesia. Chip itu menjadi satu-satunya di Asia Tenggara. Chip lokal ini bakal bersaing dengan chip buatan Prancis, Amerika, Jepang, dan Taiwan.
Atas dedikasinya tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahi BJ. Habibie Technology Award 2010 kepadanya. “Kami memandang sangat perlu memberi penghargaan kepada para pelaku teknologi di seluruh tanah air dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemajuan bangsa,” kata Kepala BPPT Dr. Marzan Azis Iskandar saat memberi sambutan pada BJ Habibie Technology Award 2010 di BPPT Jakarta.