Dr. Edi Hilmawan
Dr. Edi Hilmawan, M.Eng., Kobarkan Semangat Ilmuwan Muda Malang Untuk Bangun Indonesia
September 23, 2016
Survey Program Pendampingan Studi Lanjut ke Jepang!
October 11, 2016

Dr. Ir. Muhammad Mukhlisin, MT. Ingatkan Mahasiswa Akan Potensi Pengembangan Teknologi Rekayasa Struktur di Kalimantan

Dr. Mukhlisin menjadi pembicara mewakili ilmuwan di dalam jejaring MITI

Palangka Raya (miti.or.id) — Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Palangka Raya bekerjasama dengan MITI Klaster Mahasiswa, menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional bertema “Potensi Pengembangan Teknologi Rekayasa Struktur di Kalimantan” hari Sabtu (24/09) lalu. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 300 orang peserta dari berbagai daerah di Kalimantan ini, dilaksanakan di Aula Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Seminar Nasional ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa Teknik Sipil khususnya dan mahasiswa serta masyarakat umum lainnya tentang pengembangan teknologi rekayasa struktur bangunan di Kalimantan.

Suasana Aula Universitas Palangka Raya hari Sabtu, 24 September 2016 pagi

Suasana Aula Universitas Palangka Raya hari Sabtu, 24 September 2016 pagi yang dipenuhi peserta Seminar Nasional

MITI turut meramaikan kegiatan dengan mengirimkan salah satu ilmuwan di dalam jaringannya, yaitu Bapak Dr. Ir. Muhammad Mukhlisin, M.T., yang juga merupakan tenaga pengakar di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang. Acara Seminar Nasional yang merupakan pembukaan dari rangkaian agenda Hari Jadi ke-20 Jurusan Teknik Sipil UPR ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil UPR, yaitu Bapak Dr. Sutan Parasian Silitonga, S.T.P., S.T., M.T. yang menghimbau kepada seluruh elemen kampus untuk maksimalkan potensi mahasiswa. “Usia Jurusan Teknik Sipil sudah termasuk tua dan sudah seharusnya menjadi jurusan yang layak untuk memberikan kontribusi di masyarakat. Harapannya ialah Teknik Sipil dapat menjadi jurusan yang bermutu dan berdaya saing di Indonesia bahkan di Internasional..”, ucap Dr. Sutan, “Teknik Sipil harus lebih berkembang dari sekarang. Kemajuan jurusan tergantung pada tiap-tiap pihak di jurusan..” lanjut Dr. Sutan menutup sambutannya.

Pembukaan Rangkaian Hari Jadi Teknik Sipil UPR yang ke-20 di acara Seminar Nasional

Pembukaan Rangkaian Hari Jadi Teknik Sipil UPR yang ke-20 di acara Seminar Nasional, dari kiri ke kanan: Dr. Ir. Mukhlisin, M.T., Dekan Fakultas Teknik UPR dan Ketua Jurusan Teknik Sipil UPR

Pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik UPR, Bapak Ir. Waluyo Nuswantoro, M.T. yang menyampaikan penting dan strategisnya kegiatan Seminar Nasional untuk diselenggarakan dan ditindaklanjuti. “Peserta diharapkan dapat mengikuti dengan serius, dan aktif untuk bertanya serta dapat ditindaklanjuti hasil dari seminar ini melalu berbagai media..” tutur Bapak Ir. Waluyo dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan bahwa rekayasa struktur merupakan tema yang aktual, terutama di Palangkaraya, di mana kebanyakan wilayahnya didominasi tanah gambut sehingga perlu perhatian khusus.

Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Masuk ke acara utama, para pembicara mulai menyampaikan topik materinya masing-masing. Mewakili ilmuwan di dalam jejaring MITI, Bapak Dr. Ir. Muhammad Mukhlisin, M.T. menyampaikan mengenai berbagai bentuk rekayasa struktur yang tersebar di seluruh dunia, dari yang tertua hingga terbaru, dengan sejarah pembangunan dan cara membangunnya yang memiliki keunikannya masing-masing. Beliau menyebutkan Piramida Giza sebagai piramida tertinggi dan tertua yang pernah dibuat, dengan periode konstruksi antara 14-20 tahun. Kemudian Colloseum di Roma yang biasa digunakan sebagai arena pertandingan gladiator, Gedung Petronas yang ternyata dibangun dengan biaya rendah menggunakan beton yang tahan lama dan Jembatan Golden Gate, Stadium Nasional Beijing yang dibangun untuk menyambut para kontingen atlet Olimpiade di tahun 2008, dan banyak contoh lainnya.

Dr. Ir. Mukhlisin, M.T. saat menyampaikan materinya

Dr. Ir. Mukhlisin, M.T. saat menyampaikan materinya

“Tema rekayasa struktur bukanlah tema yang baru. Kajian mengenai bidang ini telah banyak disampaikan di berbagai agenda. Harapan dari disampaikannya materi ini ialah (agar) akhirnya kita dapat memahami berbagai permasalahan di Palangkaraya, (khususnya) mengenai struktur..”, ucap Bapak Mukhlisin, “Rekayasa struktur merupakan bidang yang menjadi masa depan melalui inovasi, kreasi dan penerapan teknologinya.” Sangat pentingnya rekayasa struktur, membuat kesalahan dalam mendesain sebuah instruksi menjadi sangat krusial, beberapa contoh kesalahan desain yang pernah terjadi antara lain runtuhnya jembatan sungai Mississippi pada tahun 2007, runtuhnya jembatan Tacoma (USA) dan jembatan Chodiguuan di Wencuan China.

Para pembicara di Seminar Nasional

Para pembicara di Seminar Nasional

Peluang dan tantangan dalam penerapan rekayasa struktur antara lain bahwa keberadaan bangunan-bangunan yang ada berkaitan erat dengan emisi karbon yang ada di dunia dan menyebabkan lebih banyaknya CO2 di udara. Tantangan para tekniksi dan arsitek untuk dapat memecahkan permasalahan dengan mensimulasi untuk berbuat yang lebih baik. “Ada lima prinsip dari Aksitektur Lingkungan, antara lain kesehatan interiornya, efisiensi energiy, material desain yang ekologis, bentuk lingkungan dan desain yang baik.”, tutup Bapak Mukhlisin.

Dr. Mukhlisin menjadi pembicara mewakili ilmuwan di dalam jejaring MITI

Dr. Mukhlisin menjadi pembicara mewakili ilmuwan di dalam jejaring MITI

Selain itu, ada tiga pemateri lain yakni dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Bapak Endi, S.T., M.T. yang menyampaikan bahwa masayarakat, khususnya di Palangkaraya harus memperhatikan masalah struktur di Palangkaraya antara 5-10 tahun ke depan. “Merupakan hal yang patut untuk dipikirkan bersama karena di Kalimantan sendiri terdapat banyak sungai maka rekayasa strukturnya harus difokuskan pada struktur jembatan..”, kata Bapak Endi dalam sesinya. Pemateri lainnya ialah Bapak Iwan Supriyano dari PT. Pionir Beton Indocement, yang menyampaikan mengenai aspirasi untuk mendesain struktur yang kompleks pada gedung-gedung yang umum. Serta Ibu Yunita Theresia dari Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia yang berupaya memfasilitasi program tenaga ahli di Indonesia untuk dapat bekerjasama dengan pihak lain. (UH)