Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng., Ilmuwan MITI yang Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset Ke-458 di Indonesia
June 8, 2016
BTIC MITI Meresmikan Kerjasamanya dengan Inkubator Lokal Cilegon, PIWKU
August 18, 2016

Dr. Kaharuddin Djenod Yakinkan Mahasiswa, Indonesia Mampu Menahkodai Negaranya Sendiri di Bidang Kemaritiman

Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., Pakar Desain Kapal Laut dalam Jejaring MITI

Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., Pakar Desain Kapal Laut dalam Jejaring MITI

Jambi (miti.or.id) — MITI kembali mengirimkan ilmuwan dalam jejaringnya untuk berbagi ilmu dan inspirasi di hadapan ratusan peserta acara Seminar Exist Fair 2016. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Exist (UKM R&P Exist), Universitas Jambi (Unja) ini, diselenggarakan di Aula Rektorat lantai III, hari Sabtu, 28 Mei 2016 yang lalu. Seminar Nasional bertema ‘Optimalisasi Kreativitas Pemuda untuk Kemandirian Bangsa’, diselenggarakan sebagai puncak dari serangkaian Exist Fair 2016 yang dilaksanakan setiap tahun oleh UKM R&P Exist.

Para peserta lomba dalam rangkaian Exist Fair 2016 bersama Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng. (berdiri ke-7 dari kanan), dan Prof. Dr. Ir. Hj. Adriani, M.Si. (sebelah kiri Dr. Kaharuddin)

Para peserta lomba dalam rangkaian Exist Fair 2016 bersama Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng. (berdiri ke-7 dari kanan), dan Prof. Dr. Ir. Hj. Adriani, M.Si. (sebelah kiri Dr. Kaharuddin)

Seminar Nasional ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada pemuda bagaimana membentuk kepribadian yang mandiri dalam menghadapi perkembangan zaman, dan mampu memberikan solusi atas permasalahan terbaru di negeri sendiri. Sebelum acara utama dimulai, Ibu Nurhayati mewakili Wakil Rektor III Unja membuka acara dengan menyatakan kebanggaannya karena UKM R&P Exist mampu mengadakan acara tahunan yang bersifat nasional dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya seperti lomba karya tulis nasional dan Community Development Awards. “..Semoga dari seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, bisa memperoleh wawasan dan pengalaman baru untuk UKM Riset Exist sendiri. Dan semoga melalui acara ini, mahasiswa semakin antusias menumbuhkan sikap kompetitif dalam berbagai bidang..“, ucap Ibu Nurhayati menutup sambutannya.

Suasana Seminar Nasional Exist Fair 2016, saat Dr. Kaharuddin menuju panggung untuk menyampaikan materi

Suasana Seminar Nasional Exist Fair 2016, saat Dr. Kaharuddin menuju panggung untuk menyampaikan materi

Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng. diundang menjadi pembicara mewakili MITI untuk menyampaikan ilmunya demi menumbuhkan dan mengembangkan jiwa berinovasi dan kreativitas kepada para peserta seminar nasional. Sebagai pakar arsitektur perkapalan yang membangun perusahaan desain perkapalan pertama di Indonesia, Dr. Kahar menyemangati mahasiswa peserta seminar akan kiat-kiat membentuk kepribadian yang mandiri. Mengawali sesinya dengan penjabaran permasalahan Indonesia masa kini, antara lain kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketergantungan, Dr Kahar menyampaikan, “..Sebenarnya Indonesia bukanlah negara agraris, melainkan negara maritime yang seharusnya mampu menahkoda negaranya sendiri, bukan malah melakukan impor produk seperti kapal selam dan lain-lain..“. Kesemua permasalahan itu, menurut Dr. Kahar bukan tidak bisa diselesaikan, “Semua dapat dirubah jika kita memiliki kemauan dengan kiat-kiat, yakni menanamkan keyakinan yang mantap, berani bermimpi, dan mempelajari ilmu..“, ucap Dr. Kahar menutup sesinya.

Dr. Kaharuddin Djenod saat menyampaikan materinya kepada ratusan peserta Seminar Nasional Exist Fair 2016

Dr. Kaharuddin Djenod saat menyampaikan materinya kepada ratusan peserta Seminar Nasional Exist Fair 2016

Selain Dr. Kaharuddin, pembicara lainnya adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Adriani, M.Si., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unja, juga Dosen di Fakultas Peternakan Unja. Seminar nasional diakhiri dengan sesi tanya jawab, salah seorang peserta bertanya kepada Dr. Kahar, “Seberapa besar kewajiban kita dalam mempelajari ilmu, dan apakah dengan berani bermimpi maka seseorang mampu mewujudkan cita-cita masa depannya?“. Kemudian Dr. Kahar menjawab, “..Dalam mempelajari ilmu, suatu hadist menyebutkan bahwa barangsiapa yang menyokong suatu mu’min maka Allah akan menyokongnya di dunia dan di akhirat. Ilmu itu bersifat fardhu’ain untuk pribadi dan dapat pula bersifat fardhu kifayah, adapun yang bersifat fardu’ain ketika kita mempelajari ilmu agama dan fardu kifayah ketika kita mempelajari ilmu pengetahuan dunia.“.

Salah satu peserta Seminar Nasional Exist Fair 2016 saat menyampaikan pertanyaan kepada pembicara

Salah satu peserta Seminar Nasional Exist Fair 2016 saat menyampaikan pertanyaan kepada pembicara

Terkait dengan mimpi, Dr. Kahar mencontohkan mimpi-mimpi kecil yang diwujudkan dengan stimulasi kreatif yang dicoba-coba, dan beberapa tahun ke depan mimpi-mimpi kecil tersebut diwujudkan melalui tangan orang lain atau tangannya sendiri. “..Maka yakinlah bahwa mimpi merupakan bentuk keyakinan yang mampu diwujudkan..“, ungkap Dr. Kahar menutup jawabannya. (UH)