Tim UGM Juarai Kompetisi MITI Paper Challenge
March 18, 2013
MITI Jalin Kerjasama dengan Mahasiswa Indonesia di Taiwan
May 24, 2013

Inisiasi Pengusaha Muda Lewat Start Up Boot Camp RCDC MITI

Tangerang, 11 April 2013. Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) kembali mengadakan acara Boot Camp RCDC (Research Community Development Center) pada tanggal 9 sampai 11 April 2013. Acara yang telah diadakan untuk kedua kalinya ini diadakan di Rumah Aspirasi MITI yang terletak kawasan perkantoran Alam Sutera, Tangerang, Banten. Kegiatan Boot Camp kali ini mengambil tema Start Up. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk membekali para calon pengusaha muda yang tergabung dalam tim RCDC MITI untuk memulai bisnis mereka dengan konsep sosioteknopreneurship.

Hadir dalam rangkaian acara ini calon-calon pengusaha muda tersebut didominasi oleh mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Negeri Surabaya. Para peserta sebelumnya telah melewati tahapan seleksi proposal yang berisi tentang program kegiatan usaha yang akan mereka jalankan selama setahun.

Hari pertama kegiatan training boot camp RCDC diisi dengan kegiatan pembukaan yang dilanjutkan dengan diskusi dan bedah buku “Enterpreneur Organik” yang ditulis oleh Faiz Manshur. Diskusi dan bedah buku dipandu oleh Ummy Syarifah, S.Si, selaku Manajer dari Regional Development MITI. Peserta terlihat sangat antusias dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Harapannya dengan bedah buku ini, para peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan pelajaran dalam buku tersebut yang dapat diaplikasikan dalam proses inisiasi kegiatan RCDC di daerah tempat mereka berasal. Setelah bedah buku, peserta diberikan materi mengenai Business Model Generation yang diberikan oleh Manajer Business Technology Incubation Center (BTIC), Dimas Sandy Yuditia, M.B.A. Kegiatan pada malam hari diisi dengan presentasi Business Model Generation dari masing-masing peserta.


Hari kedua diisi dengan pemaparan materi oleh Dr. Edi Sukur, M.Eng tentang Financial Plan yang berupa perencanaan keuangan yang membahas mengenai perhitungan investasi, rugi laba, Break Event Point dan Pay Back Period. Setelah pemaparan materi, peserta diharuskan untuk dapat membuat Financial Plan untuk kegiatan RCDC yang akan dijalankan. Harapannya setelah mengikuti sesi training ini, peserta mampu merencanakan dan membayangkan langkah-langkah yang akan dilakukan saat kegiatan kewirausahaan di RCDC ini dilaksanakan. Selanjutnya, peserta diberikan materi pengantar pemasaran “Blue Ocean” sekaligus mereview tugas riset market atau perencanaan pemasaran tim RCDC.

Sesi terakhir rangkaian acara Boot Camp ini diisi dengan presentasi business plan masing-masing kelompok untuk kemudian dinilai oleh tim RCDC MITI. Selama proses penilaian, peserta di ajak untuk melakukan kunjungan ke Biotek center BPPT PUSPIPTEK.

Penilaian didasarkan dari aspek-aspek dalam konsep sosioteknopreneurship yang mencakup Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Penerapan Teknologi, Manajemen Kerja, Legalitas Bisnis, Manajemen Keuangan, Dampak Ekonomi pada Masyarakat, Dampak Sosial pada Masyarakat, dan Dampak untuk Lingkungan.
Adapun kegiatan RCDC MITI merupakan program yang dirancang oleh Bidang Pemberdayaan Industri dan Sektor Privat melalui MITI Innovation Center (MIC) yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang berbasis pemberdayaan masyarakat serta aplikasi teknologi kepada mahasiswa agar mereka mampu mandiri dengan usahanya dan mampu memberdayaakan masyarakat sekitar serta membuka lapangan pekerjaan khususnya di daerah.

RCDC di tahun 2013 merupakan RCDC kedua yang dilaksanakan dan menjadi salah satu program utama MITI. RCDC di tahun ini, dilaksanakan di empat daerah diantaranya, Desa Seree di Aceh, Desa Temboro di Solo, Desa Gunung Anyar Tambak di Surabaya, dan Desa Bangga di Gorontalo. Program RCDC ini diharapkan menjadi cikal bakal dibentuknya desa yang memiliki inovasi dan memiliki kemandirian yang dibentuk dari konsep sosioteknopreneurship dengan mengedapnkan potensi lokal setiap daerah. (Humas MITI)