Dr Warsito bersama Eko Prasetyo
MITI dan LPDP Akan Jadi Motor Penggerak Kemajuan Indonesia
June 23, 2014
Warsito Sampaikan Motivasi Di Depan Mahasiswa Baru IPB
August 10, 2014

MITI Sepakati Kerjasama dengan Jerman untuk Jembatani Dunia Riset dan Industri

Dr. Warsito dan Dr. Edi Sukur berfoto bersama dengan petinggi Steinbeis

Dr. Warsito dan Dr. Edi Sukur berfoto bersama dengan petinggi Steinbeis

Stuttgart (miti.or.id) — Pertemuan antara Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dengan Steinbeis, Jerman di kantor pusat Steinbeis, Stuttgart, Jerman, Kamis (26/06), membuahkan kesepakatan kerjasama antara MITI dan Steinbeis untuk menjembatani dunia riset dan industri di Indonesia.

Kesepakatan antara MITI dan Steinbeis meliputi dua poin besar yaitu: 1) Layanan untuk transfer teknologi guna menjembatani antara dunia riset dan industri di Indonesia; 2) Melakukan pengembangan SDM yang mampu memberikan “coaching” secara langsung terhadap kedua sisi, baik pihak periset dan pelaku industri.

Hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua Umum MITI, Dr. Warsito P. Taruno, dan Managing Director Research dan Director Internasional Steinbeis, Uwe Haug. Warsito menyampaikan keberadaan institusi yang memfasilitasi transfer teknologi sangat penting karena ketidaksinambungan antara dunia riset dan industri di Indonesia.

“Di satu sisi kualitas SDM peneliti kita cukup bagus, bahkan jika dibandingkan rata-rata di ASEAN. Permasalahannya kebanyakan tidak mengerti apa yang dibutuhkan perusahaan, sehingga tidak banyak melakukan riset yang diperlukan dunia usaha,” tambah Warsito.

“Di sisi lain, permasalahan kebanyakan perusahaan di Indonesia, bukan tidak memiliki dana untuk riset, tetapi lebih banyak tidak tahu mau melakukan apa dengan riset. Maka yg diperlukan oleh perusahaan Indonesia adalah bagaimana bisa mengakses SDM peneliti di lembaga riset milik pemerintah atau Universitas, skema semacam sabbatical leave peneliti di perusahaan swasta mungkin bisa membantu,” jelasnya.

Kerjasama oleh lembaga non-pemerintah antara MITI dan Steinbeis untuk transfer teknologi merupakan perkembangan yang baru karena seringkali kerjasama seperti ini hanya dilakukan antarlembaga pemerintah dan terkendala oleh ketidakberlanjutan.

Kerjasama antara MITI dan Steinbeis diharapkan dapat melancarkan proses pemanfaatan hasil litbang oleh industri sehingga mampu mendorong peningkatan kemampuan inovasi dan daya saing industri nasional.

Dr. Warsito dan Dr. Edi Sukur berfoto bersama dengan Geog Villinger

Dr. Warsito dan Dr. Edi Sukur berfoto bersama dengan Geog Villinger

Berawal dari sebuah pusat transfer individu perguruan ilmu terapan di negara bagiàn Baden-Wuttenberg di Jerman, Steinbeis kini berubah menjadi jaringan kerja yang kuat dengan 978 perusahaan dibawahnya. Perusahaan-perusahaan steinbeis rata-rata berbasis lembaga penelitian terapan.

Sementara MITI sejak didirikan 10 tahun yang lalu mempunyai misi untuk mendorong pemanfaatan riset dan inovasi di industri dan pembangunan ekonomi secara umum. Saat ini MITI secara aktif telah melakukan inisiatif untuk menginkubasi hasil-hasil penelitian di bidang agrobisnis, IT, perkapalan dan medis menjadi produk-produk yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (LK/DWH)