Beginilah Warsito Temukan Bra Pembunuh Kanker
May 11, 2012
Dr. Eko Fajar Nur Prasetyo, M.Eng Pakar Design Chipset Yang Selalu Cinta Indonesia
May 30, 2012

RCDC Pleret: Potensi Peternakan Ayam Jawa Super Di Dusun Bedukan, Pleret, Bantul

Peternakan merupakan bidang usaha yang digeluti oleh hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia, mulai dari masyarakat pedesaan hingga masyarakat perkotaan. Peran dunia peternakan dalam menyokong perekonomian sangat besar. Masyarakat pada umumnya membudidayakan ternak berupa ayam dalam jumlah yang sedikit, ternak tersebut harapannya dapat dijual dan menghasilkan uang. Terdapat banyak perusahaan peternakan yang pengelolaanya dalam skala industri. Dunia peternakan sangat dekat dengan politik yang berpengaruh terhadap perekonomian negara.
Dunia peternakan tidak dapat di pandang sebelah mata, terbukti kebutuhan konsumsi dari produk hewani sangat tinggi yang pencukupannya tidak dapat di penuhi dari produksi dalam negeri saja. Impor adalah solusi yang ditawarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Impor yang dilakukan pemerintah adalah impor susu yang mencapai 70%. Dalam bidang industri unggas, kebutuhan berupa daging dan telur sudah dapat terpenuhi dari dalam negeri. Namun pengadaan anak ayam dan pakan untuk ayam petelur belum terpenuhi dari dalam negeri sehingga masih harus impor.
Kebutuhan konsumsi produk hewani dari hari kehari akan semakin meningkat, hal ini sesuai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, meskipun konsumsi daging di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan Negara tetangga tetapi dalam mencukupinya harus dilakukan impor. Perlu dilakukan sebuah upaya untuk meningkatkan jumlah produksi produk hewani agar dapat mengimbangi konsumsi yang semakin meningkat sehingga diharapkan nilai impor dapat di tekan. Berawal dari hal tersebut, Klaster Peternakan RCDC MITI Yogyakarta menyusun rencana untuk dapat membantu meningkatkan jumlah produksi produk hewani dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat akan produk hewani.
Dunia peternakan adalah dunia bisnis, dalam memproduksi produk hewani akan didapatkan keuntungan. Dengan demikian, klaster peternakan berada dibawah pengelolaan RCDC MITI JOGJA sehingga dalam membentuk bisnis ini dan melibatkan masyarakat desa dalam kegiatan produksinya. Masyarakat yang dipilih adalah warga Dusun Bedukan, Pleret, Bantul dan yang bekerjasama dalam bisnis ini adalah ibu-ibu. Pemilihan ibu-ibu sebagai patner kerja bertujuan untuk pemberdayaan kaum perempuan dan meningkatkan keterampilan perempuan dalam membantu menyokong perekonomian keluarga. Selama ini kaum perempuan pada umumnya berada di garda belakang dalam masalah perekonomian, tetapi dalam kerjasama ini diharapkan para perempuan dapat menambah penghasilan dengan tetap berada di belakang suami dalam masalah perekonomian.
Bisnis peternakan yang dipilih adalah pemeliharaan ayam Jawa Super, ayam ini dihasilkan dari persilangan pejantan ayam kampung berkualitas unggul dengan betina ayam layer. Pemilihan pemeliharaan ayam jawa super dikarenakan prospek ayam kampung dalam konsumsi masyarakat sangat tinggi dan di perlukan banyak produksi ayam kampung. Pemeliharaan ayam kampung asli sampai panen (siap dikonsumsi) memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga dipilih ayam jawa super yang pemeliharaanya relative lebih cepat yakni selama 2 bulan sudah siap dipanen. Kelebihan tersebut yang menjadi pendukung dalam bisnis dibidang peternakan ayam jawa super.
Ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok ternak ayam jawa super saat ini berjumlah 16 orang dan dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing masing kelompok 4 anggota. Masing-masing kelompok akan memelihara ayam jawa super sebanyak 500 ekor, mulai dari DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) sampai dengan panen. Pemeliharaan tersebut dilakukan langsung oleh kelompok dengan didampingi tim klaster peternakan RCDC MITI sebagai pengawas dan pembantu pemeliharaan, namun secara keseluruhan kelompoklah yang lebih banyak bekerja. Tim klaster peternakan membantu dalam pengadaan sarana produksi ternak, perlengkapan kandang, DOC, pakan dan obat.
Pemeliharaan ayam tidak dilakukan serempak untuk semua sub kelompok, tetapi dilakukan pembagian dan penjadwalan memulainya pemeliharaan ayam. Penjadwalan ini dilakukan untuk menghindari jumlah panen yang melimpah serta untuk mendapatkan waktu panen ayam yag berkesinambungan sehingga ayam dapat tetap tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan. Pemeliharaan ayam jawa super periode I ini masih menggunakan pakan komersil yang di beli di toko. Untuk periode selanjutnya teknologi yang akan digunakan dalam pemeliharaan ayam jawa super ini adalah teknologi pakan fermentasi dengan bahan pakan lokal yang terdapat di sekitar daerah Bedukan, Pleret, Bantul. Teknologi pakan fermentasi saat ini sedang dalam tahap penelitian (uji coba) oleh tim klaster peternakan.
Pemeliharaan ayam sudah berlangsung kepada 2 kelompok dengan memanfaatkan 2 lokal kandang, sedangkan 2 kelompok lainnya menunggu selesainnya pembuatan kandang. Pemeliharaan ayam dilakukan dengan mengatur jadwal mulainya pemeliharaan. Saat ini jarak pemeliharaan antara kelompok satu dengan yang lainnya adalah 1 sampai 2 minggu. Besar harapan kami pemeliharaan ayam jawa super ini dapat meningkatkan jumlah produksi peternakan dan melatih kemampuan warga Dusun Bedukan khususnya ibu-ibu kelompok ternak. Selain itu, kami juga berharap kelompok dan pengelola mendapat keuntungan dari pemeliharaan ayam jawa super sehingga didapatkan pemasukan sebagai hasil dari sebuah usaha.