GIPI Persatukan Segenap Intelektual dan Ilmuwan Muda Indonesia
March 14, 2014
Kenali Orang Lewat Golongan Darah
April 10, 2014

Seri Diskusi Kajian Smart City MITI: “AIR: Sumber Daya atau Sumber Bencana?”

poster

 

Sebuah Smart City tentu saja tidak dibangun dalam semalam!

Idealnya, pembangunan sebuah kota haruslah berdasarkan konsep yang matang dan terpadu. Perlu diperhatikan bagaimana menerapkan pembangunan hijau yang berkelanjutan, tidak semata mengedepankan aspek ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Karena itulah, Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) mengundang para expert dan pihak-pihak yang tertarik dengan kajian mengenai lingkungan dalam MITI DISCUSSION CLUB SERI KAJIAN SMART CITY. Klub diskusi mengenai kajian smart city ini akan secara khusus mengundang para anggota Jejaring Indonesia untuk Pembangunan Hijau (JIPH). JIPH diinisiasi oleh sejumlah tokoh yang berkecimpung di bidang lingkungan pada saat Green Development Seminar diadakan, Sabtu 15 Maret 2014 lalu.

Dalam rangka memperingati Hari Air Se-Dunia yang jatuh pada 22 Maret, maka kajian kali ini mengangkat tema “AIR: Sumber Daya atau Sumber Bencana?” (Pengelolaan Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana Banjir). Dr. Udrekh Kepala Bidang Kebencanaan PTLWB BPPT; Budi H. Santosa., M.Sc, Pakar Water Resource Management BPPT; dan Dr. Dwi Handoko, Kepala Deputi Kajian dan Kebijakan MITI akan turut serta dalam diskusi. Turut berpartisipasi memoderatori diskusi nanti, Dr. M. Abdul Kholiq selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat MITI.

Air merupakan sumber kehidupan. Kelangkaan sumber daya air bisa menyebabkan kegagalan di bidang pertaniaan, mengganggu kegiatan industri, dan secara umum menyengsarakan masyarakat. Ketersediaan sumber daya air yang melimpah seyogyanya menjadi anugerah. Namun di lain pihak, curah hujan yang tinggi sering menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut sangat besar, termasuk kerusakan infrastruktur dan ketersediaan air bersih.

Air yang merupakan sumber kehidupan ternyata juga bisa menjadi penyebab berbagai bencana khususnya bencana banjir. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, agar ketersediaan air bisa terjamin, menghindari bencana banjir di kala musim hujan dan mengantisipasi bencana kekeringan/kelangkaan air bersih saat kemarau.

Konsep ideal pengelolaan sumber daya air di wilayah perkotaan serta sistem dan teknologi bencana banjir akan sangat menarik untuk dikaji. Pada akhirnya, diskusi yang akan dilaksanakan pada 29 Maret 2014 pukul 08.00-11.00 di Rumah Aspirasi MITI ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengkaji manajemen sumber daya air pada sebuah smart city. (UA)